Sumut, MP----- Kementerian Pekerjaan Umum terus mengintensifkan pemulihan infrastruktur terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera Utara. Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan pemulihan jalur nasional menjadi prioritas utama, mengingat ruas - ruas ini merupakan urat nadi konektivitas logistik dan mobilitas warga.
“Seluruh tim PU bergerak sejak jam pertama kejadian di titik - titik kritis, meski kondisi cuaca masih diguyur hujan dan akses cukup sulit,” tegas Menteri Dody.
Bencana longsor di Ruas Sidikalang - Batas Aceh sempat menutup penuh badan jalan. Tim reaksi cepat langsung menurunkan chainsaw, backhoe loader, serta mengerahkan excavator menuju lokasi. Jalur kini terbuka terbatas dengan sistem buka-tutup, namun pemantauan dilakukan sepanjang waktu karena ancaman longsor susulan masih tinggi.
Di Ruas Tapanuli Utara - Sipirok, tiga titik longsor besar hingga kini masih ditangani intensif. Empat excavator dan satu backhoe loader bekerja bergantian, namun kondisi hujan lebat membuat kendaraan belum bisa melintas. Tim di lapangan melaporkan lapisan tanah labil dan jarak pandang buruk menjadi hambatan utama.
Kerusakan pada Abutment Jembatan Aek Puli Lama juga langsung direspons cepat. Lalu lintas dialihkan ke jembatan baru, sementara jembatan lama ditutup total dengan rambu pengaman untuk mencegah kecelakaan. Petugas tengah menilai tingkat kerusakan untuk memastikan langkah struktural yang diperlukan.
Di Desa Aek Libung, banjir yang menggenangi permukiman menyebabkan lalu lintas lumpuh total. Tim lapangan terus melakukan koordinasi penanganan bersama unsur pemerintah daerah karena air belum surut.
Pada Ruas Barus - Sibolga, banjir setinggi satu meter menutup jalan sepanjang 500 meter. Dump truk, excavator, dan backhoe loader disiagakan untuk mengantisipasi longsor lanjutan sebuah potensi yang semakin besar mengingat hujan belum mereda.
Kepala BBPJN Sumut, Hardy Pangihutan Siahaan, memastikan seluruh jajaran bekerja siang-malam di lokasi-lokasi prioritas, termasuk penanganan kerusakan oprit Jembatan Anggoli yang menjadi salah satu titik paling rawan saat cuaca ekstrem melanda.
Deretan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara tak hanya menguji kecepatan penanganan, tetapi juga ketahanan infrastruktur terhadap curah hujan ekstrem yang makin sering terjadi. Evaluasi terhadap desain drainase, penguatan tebing, serta mitigasi bencana berbasis data cuaca menjadi pekerjaan besar ke depan. Sementara itu, tim Kementerian PU masih bertahan di lapangan, memastikan setiap jalur vital kembali berfungsi meski kondisi alam belum banyak memberi jeda.
(bakom.ri)



