![]() |
| Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, menyampaikan rencana Rapat Kerja usai Idul Fitri 1447 H sebagai langkah awal penyusunan roadmap lima tahun. |
Sidrap, MP----- Baru sepekan pasca pelantikan, kepengurusan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat. Tak ada jeda panjang untuk euforia. Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia Sulawesi Selatan, Edy Basri, memastikan organisasi segera memasuki fase konsolidasi melalui Rapat Kerja (Raker) yang dijadwalkan usai Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Pelantikan 14 Februari kemarin itu titik awal. Setelah Lebaran, kita langsung Raker untuk menyusun arah gerak organisasi,” ujar Edy, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, Raker bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan forum strategis untuk merumuskan peta jalan kepengurusan periode 2026 - 2031. Struktur organisasi telah terbentuk, kini saatnya menyusun program yang terukur, sistematis, dan berkelanjutan.
Edy menegaskan, KJI Sulsel tidak ingin menjadi organisasi yang hanya hidup saat seremoni pelantikan. Tantangan dunia jurnalistik di era digital, kata dia, menuntut organisasi profesi untuk adaptif dan relevan. Disrupsi media telah mengubah lanskap informasi. Kecepatan kerap mengalahkan akurasi, sementara kepercayaan publik terhadap media terus mengalami dinamika.
“Tanpa roadmap yang jelas, organisasi hanya akan jadi ruang diskusi tanpa dampak. Kita ingin KJI Sulsel hadir sebagai ruang penguatan kapasitas dan perlindungan profesi,” tegasnya.
Raker mendatang akan memfokuskan pembahasan pada penguatan struktur di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, peningkatan kompetensi anggota, serta penyusunan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan jurnalis di daerah. Targetnya, KJI Sulsel tidak berhenti sebagai struktur provinsi, tetapi benar-benar berakar hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Momentum pasca Lebaran dipilih agar seluruh pengurus dapat hadir dengan semangat baru. Ramadan dijadikan ruang refleksi dan konsolidasi nilai, sebelum memasuki fase eksekusi program.
Kepengurusan 2026 - 2031 diharapkan menjadi fase akselerasi bagi KJI Sulsel. Bukan hanya memperkuat struktur internal, tetapi juga meningkatkan kualitas program serta kontribusi organisasi dalam isu-isu strategis yang menyangkut profesi jurnalis.
“Kalau mau besar, jangan bermain di zona nyaman. Lima tahun ke depan harus meninggalkan legacy, bukan sekadar laporan kegiatan,” pungkas Edy.
Dengan langkah cepat tersebut, KJI Sulsel memberi sinyal bahwa mereka tak ingin sekadar menjadi organisasi seremonial. Mereka ingin hadir, tumbuh, dan memberi dampak nyata bagi jurnalis di Sulawesi Selatan.
(Red)
