-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

20 Tim Safari Ramadan Padang Panjang Bergerak Serentak, Masjid dan Musala Terima Bantuan Puluhan Juta

Minggu, 01 Maret 2026 | Maret 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-01T02:56:37Z
Wali Kota Hendri Arnis menyerahkan bantuan hibah Rp30 juta kepada pengurus Masjid Hidayah, Guguk Malintang, dalam rangka Safari Ramadan 1447 H.

Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang Panjang mengerahkan 20 Tim Safari Ramadan (TSR) secara serentak ke berbagai masjid dan musala di seluruh kelurahan, Jumat (27/2/2026). Kegiatan dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat di Kota Serambi Mekkah.

Setiap rumah ibadah yang dikunjungi menerima bantuan hibah. Masjid memperoleh Rp30 juta, sementara musala mendapat Rp15 juta. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta operasional dan pengembangan sarana ibadah.

Tim I yang dipimpin Wali Kota Hendri Arnis mengawali kunjungan di Masjid Hidayah, Kelurahan Guguk Malintang. Sementara itu, Tim II menyambangi Masjid Nurul Hidayah Silaing Bawah, dan Tim III bersama Ketua DPRD Imbral hadir di Masjid Al Ikhlas Tanah Hitam.

Kunjungan berlanjut ke berbagai titik lainnya. Tim IV mengunjungi Masjid Aufu Bil ‘Uqud Koto Katik, Tim V ke Masjid Nurul Yaqin Koto Panjang, Tim VI ke Masjid Uswatun Hasanah Tanah Hitam, dan Tim VII ke Masjid Nurul Huda Ganting.

Untuk musala, Tim VIII hadir di Musala Nur Taqwa Ngalau, Tim IX di Musala Quba Pita Bunga Koto Panjang, dan Tim X di Musala Hidayatussalam Koto Panjang. Tim XI hingga XX juga menyebar ke sejumlah musala dan surau lainnya, memastikan seluruh wilayah merasakan kehadiran pemerintah di bulan suci ini.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hendri Arnis menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan membangun karakter generasi muda. Ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menghidupkan kembali budaya gotong royong membersihkan selokan dan pekarangan.

Selain itu, ia juga mengingatkan peran orang tua dan masyarakat dalam mengawasi anak-anak dan remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba.

“Lingkungan yang bersih mencerminkan hati yang bersih. Ketika masyarakat peduli, maka akan lahir generasi yang tangguh dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Ramadan harus menjadi benteng akhlak di tengah tantangan moral yang semakin kompleks. Pemerintah kota, katanya, terus melanjutkan pembangunan dengan arah yang terukur, tidak hanya membangun fisik kota tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan budaya masyarakat.

Fokus pembangunan ke depan meliputi penanganan persoalan sampah dan kebersihan kota, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan stunting serta kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi lokal melalui UMKM dan pasar tradisional, hingga memperkuat ketahanan sosial dan moral warga.

Melalui Safari Ramadan ini, Pemko berharap terjalin komunikasi dua arah yang semakin erat antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan warga.

(Red/Pdj)

×
Berita Terbaru Update