-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Akses Terputus Akibat Banjir Bandang, Kementerian PU Siapkan Jembatan Rangka Baja di Salah Sirong

Minggu, 15 Maret 2026 | Maret 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-15T00:42:31Z

Bireuen, MP----- Akses penghubung masyarakat di wilayah Salah Sirong, Kabupaten Bireuen, Aceh sempat terganggu akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut. Arus banjir yang cukup deras menyebabkan jalur transportasi warga terputus, sehingga menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat setempat.

Sebagai langkah darurat, sebelumnya telah dibangun jembatan sementara dengan konstruksi sederhana untuk memastikan masyarakat tetap dapat melintas. Jembatan darurat itu menjadi satu - satunya akses penghubung bagi warga selama proses penanganan awal pascabencana.

Namun, banjir kembali terjadi dan merusak jembatan sementara tersebut, sehingga akses kembali terganggu. Menyikapi kondisi itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah penanganan permanen dengan merencanakan pembangunan jembatan rangka baja yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi aliran sungai di kawasan tersebut.

Jembatan permanen yang direncanakan memiliki bentang sekitar 80 meter dan diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi konektivitas masyarakat di wilayah Salah Sirong.

Saat ini, proses persiapan pembangunan telah mulai dilakukan. Tim teknis tengah melakukan penyelidikan tanah melalui pengeboran (bor log) di tiga titik lokasi sebagai bagian dari kajian teknis untuk memastikan kondisi tanah serta menentukan desain pondasi jembatan yang tepat.

Hasil penyelidikan tanah tersebut akan menjadi dasar dalam finalisasi desain konstruksi jembatan sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.

Kementerian PU menargetkan setelah desain rampung, konstruksi utama jembatan akan mulai dikerjakan pada April 2026. Pembangunan tersebut direncanakan rampung pada Desember 2026 sehingga akses transportasi masyarakat dapat kembali normal dan lebih aman.

Pembangunan jembatan permanen ini diharapkan tidak hanya memulihkan konektivitas wilayah, tetapi juga memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana di masa mendatang.

(bakom.ri)

×
Berita Terbaru Update