![]() |
| Astamaops Kapolri Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran meninjau layanan darurat 110 di Mapolres Sumedang sebagai bagian dari kesiapan pengamanan arus mudik Operasi Ketupat 2026. |
Sumedang, MP----- Asisten Operasi (Astamaops) Kapolri, Muhammad Fadil Imran menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110 harus ditangani secara cepat dan responsif. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keselamatan masyarakat, terutama saat arus mudik Lebaran yang identik dengan lonjakan mobilitas dan potensi kerawanan di jalan raya.
Penegasan tersebut disampaikan saat Astamaops Kapolri melakukan pengecekan langsung terhadap layanan Call Center 110 di Mapolres Sumedang, Jawa Barat, Selasa (3/3).
“Persoalan berikutnya adalah jika ada laporan melalui telepon layanan 110, kita harus pastikan panggilan darurat juga harus direspons cepat,” tegas Fadil Imran.
Menurutnya, kecepatan respons terhadap laporan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pemudik. Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri, Polri menuntut seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalitas pelayanan.
Selain mengecek kesiapan layanan darurat, Fadil Imran juga memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Ia menjelaskan bahwa saat ini Polri tengah memasuki tahap pra-operasi dalam rangka pengamanan mudik melalui Operasi Ketupat.
“Pra - Operasi Ketupat 2026 sudah berjalan. Operasi utamanya akan dilaksanakan selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026,” jelasnya.
Melalui operasi tersebut, Polri menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan pos pengamanan dan pos pelayanan, rekayasa lalu lintas, hingga optimalisasi layanan darurat seperti Call Center 110.
Polri berharap seluruh upaya tersebut mampu memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lancar, aman, dan nyaman, sejalan dengan semangat "MudikAmanBahagia" pada Lebaran tahun ini.
(Red)

