-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kapolda Sumbar Pimpin Rakor Pengamanan Lebaran 2026, Ribuan Personel Disiagakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | Maret 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-07T02:24:07Z
Sinergi Pengamanan Mudik : Unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait mengikuti Rakor Operasi Ketupat Singgalang 2026 untuk memastikan kelancaran arus mudik di Sumbar.

Padang, MP----- Kepolisian Daerah Sumatera Barat mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Padang, Jumat (6/3/2026). Rakor tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta sebagai langkah memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya sinergi lintas instansi agar pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik berjalan aman dan lancar. Menurutnya, kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Sumatera Barat masih menjadi perhatian karena terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan bahwa situasi tersebut berpotensi memengaruhi arus kendaraan, baik yang masuk maupun keluar Sumatera Barat. Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan skenario pengamanan yang matang.

Operasi pengamanan Lebaran tahun ini akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Singgalang 2026, yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 2.285 personel Polri akan diturunkan dan diperkuat oleh 1.851 personel gabungan dari TNI serta berbagai instansi terkait.

Berdasarkan evaluasi kepolisian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumbar menunjukkan tren positif dengan penurunan angka kriminalitas sekitar 37 persen, dari 76 kasus pada periode sebelumnya menjadi 48 kasus. Namun demikian, Kapolda memberi perhatian serius terhadap peningkatan kecelakaan lalu lintas yang naik dari 86 kasus menjadi 108 kasus, dengan korban meninggal dunia bertambah dari 13 menjadi 21 orang.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Kami meminta jajaran lalu lintas bersama Dinas Perhubungan melakukan mitigasi di titik rawan kecelakaan atau blackspot sejak dini,” tegasnya.

Selain itu, evaluasi sistem rekayasa lalu lintas seperti penerapan one way akan dilakukan secara berkala guna mencegah kemacetan panjang selama puncak arus mudik dan arus balik.

Polda Sumbar juga telah memetakan berbagai potensi kerawanan di wilayahnya. Tercatat terdapat 58 titik rawan longsor, dua titik rawan banjir, serta 50 titik rawan kemacetan lalu lintas. Untuk mendukung pengamanan, kepolisian menyiapkan 81 pos yang terdiri dari 37 Pos Pengamanan, 41 Pos Pelayanan, dan tiga Pos Terpadu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Susmelawati Rosya menegaskan bahwa pendekatan pengamanan selama Operasi Ketupat Singgalang akan mengedepankan langkah preemtif dan preventif.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas selama perjalanan mudik.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi kondisi jalur, terutama di beberapa titik yang masih dalam tahap perbaikan, seperti kawasan Malalak dan sejumlah jembatan di Sumatera Barat.

Secara keseluruhan, operasi pengamanan Lebaran tahun ini akan melibatkan pengawasan terhadap lebih dari 4.000 objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Id, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan hingga kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama libur Idul Fitri.

(Red)

×
Berita Terbaru Update