-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kayu Aro Masih Dipadati Pengunjung hingga Kamis 26 Maret 2026

Kamis, 26 Maret 2026 | Maret 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-26T10:28:17Z
Pengunjung menikmati hamparan hijau kebun teh Kayu Aro, Kamis (26/3/2026).

Kabupaten Solok, MP----- Kawasan kebun teh Kayu Aro kembali menjadi primadona wisata selama libur Lebaran 2026. Bahkan hingga Kamis, 26 Maret 2026, suasana libur Lebaran masih terasa kuat dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan yang memadati kawasan tersebut.

Momen kebersamaan keluarga di tengah sejuknya kawasan Kayu Aro.

Sejak hari - hari awal Lebaran, lonjakan pengunjung terlihat signifikan. Kendaraan dari berbagai daerah terus berdatangan, menjadikan Kayu Aro sebagai salah satu destinasi favorit untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Hamparan hijau kebun teh yang luas berpadu dengan udara sejuk pegunungan menjadi daya tarik utama.

Yasril Nico, pengunjung asal Kota Padang yang datang bersama keluarganya, mengaku selalu menjadikan Kayu Aro sebagai destinasi pilihan saat libur panjang.

“Udara di sini sejuk, pemandangannya indah. Anak-anak bisa bebas bermain dan kami bisa menikmati kebersamaan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Dani, yang juga datang bersama keluarga. Menurutnya, suasana alami di kawasan kebun teh memberikan pengalaman liburan yang lebih bermakna.

“Di sini lebih tenang, tidak bising. Kami benar-benar bisa menikmati waktu bersama keluarga,” katanya.

Selain menikmati panorama, aktivitas berfoto menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hampir setiap sudut kebun teh dimanfaatkan sebagai latar untuk mengabadikan momen kebersamaan.

Arif menyebut keindahan Kayu Aro terasa alami tanpa perlu banyak sentuhan tambahan. “Di mana saja sudah bagus untuk foto,” ungkapnya.

Sementara itu, Kartika bersama keluarganya memilih menghabiskan waktu hampir seharian di lokasi. “Dari pagi sampai sore kami di sini, tidak terasa waktu berlalu. Suasananya nyaman,” tuturnya.

Di balik ramainya kunjungan wisata, geliat ekonomi masyarakat lokal juga ikut terdorong. Sepanjang jalan menuju kawasan kebun teh, pedagang kaki lima berjejer menawarkan berbagai makanan dan minuman. Menu sederhana seperti mie rebus, gorengan, dan minuman hangat menjadi favorit pengunjung, terutama di tengah udara dingin.

Keberadaan pedagang ini dinilai membantu wisatawan karena memudahkan akses terhadap kebutuhan konsumsi dengan harga yang relatif terjangkau.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan hingga Kamis (26/3/2026), tingginya aktivitas pengunjung juga memunculkan sejumlah persoalan. Penataan pedagang yang belum rapi, parkir kendaraan yang semrawut, hingga sampah di beberapa titik menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan.

Sejumlah pengunjung berharap adanya penataan yang lebih baik agar kenyamanan tetap terjaga tanpa mengurangi daya tarik kawasan.

“Kami ingin tempat ini tetap indah dan bersih. Jangan sampai rusak karena terlalu ramai,” kata Yasril Nico.

Harapan serupa disampaikan Dani, yang menilai Kayu Aro sebagai aset wisata yang harus dijaga bersama. “Potensinya besar, tapi perlu pengelolaan yang serius agar tetap lestari,” ujarnya.

Lonjakan pengunjung hingga penghujung masa libur Lebaran ini menjadi gambaran nyata bahwa Kayu Aro memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan sangat diperlukan.

Kayu Aro hari ini bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang kebersamaan keluarga, denyut ekonomi masyarakat, serta tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestariannya di masa depan.

(Red)

×
Berita Terbaru Update