Jakarta, MP----- Program Padat Karya Tunai (Cash for Work) yang digulirkan pemerintah menjadi salah satu strategi cepat memulihkan wilayah terdampak bencana. Tak sekadar membersihkan puing dan memperbaiki infrastruktur, program ini juga menghidupkan kembali denyut ekonomi warga yang sempat terhenti.
Melalui skema tersebut, masyarakat dilibatkan langsung dalam kegiatan perbaikan jalan lingkungan, normalisasi sungai, hingga penataan fasilitas umum. Upah yang diterima dibayarkan secara tunai, sehingga bisa langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri membuat program ini terasa semakin berarti. Di tengah situasi pemulihan, warga tetap memiliki penghasilan untuk membeli kebutuhan pokok, menyiapkan hidangan berbuka, hingga menyambut Lebaran dengan lebih tenang.
Bagi sebagian warga, kesempatan bekerja ini bukan hanya soal upah. Aktivitas tersebut menghadirkan kembali rasa percaya diri dan kebersamaan. Mereka tidak lagi sekadar menjadi korban, tetapi turut menjadi bagian dari solusi membangun kembali daerahnya sendiri.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pendekatan penanganan pascabencana harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
“Penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Infrastruktur penting, tetapi yang lebih utama adalah memastikan masyarakat bisa kembali bergerak, bekerja, dan memiliki penghasilan,” ujar Dody.
Ia menambahkan, program padat karya dirancang agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga terdampak. Selain mempercepat pemulihan infrastruktur dasar, program ini juga memperkuat ketahanan sosial di tingkat lokal.
“Kita ingin setiap rupiah anggaran yang digelontorkan tidak hanya memperbaiki jalan dan saluran air, tetapi juga menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat. Dengan begitu, proses pemulihan menjadi lebih cepat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pemerintah memastikan pelaksanaan padat karya dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat setempat sebagai prioritas utama. Dengan kolaborasi tersebut, proses rehabilitasi diharapkan tidak hanya membangun kembali fisik wilayah, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi warga yang terdampak.
(bakom.ri)
