-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Penanganan Darurat Sungai Pasca Bencana di Sumbar Masih Berproses, Anggaran Definitif Belum Tersedia

Senin, 30 Maret 2026 | Maret 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-30T15:31:32Z
Excavator beroperasi di lokasi proyek, mendukung percepatan pekerjaan konstruksi di lapangan.

Padang, MP----- Proyek pekerjaan fase tanggap darurat pada sejumlah sungai di Sumatera Barat pasca bencana hidrometeorologi akhir November 2025 masih terus berlangsung. Penanganan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengurangi risiko lanjutan, meski belum sepenuhnya didukung oleh alokasi anggaran final sebagaimana proyek permanen.

Struktur bronjong terlihat tersusun rapi dengan isian batu padat di lokasi pekerjaan.

PT Nindya Karya selaku pelaksana menegaskan komitmennya terhadap kualitas pekerjaan, sekaligus membuka ruang evaluasi dari publik dan media.

Hal tersebut disampaikan Humas PT Nindya Karya, Juniar Gulo, dalam pertemuan bersama jurnalis Sumbar di salah satu kafe di Kota Padang, Senin (30/3/2026).

“Pekerjaan saat ini masih dalam tahap proses dan bersifat tanggap darurat. Fokus kami pada normalisasi alur sungai dan penguatan tebing untuk mencegah dampak yang lebih luas,” ujar Juniar.

Ia menjelaskan, pekerjaan meliputi normalisasi aliran sungai guna memperlancar debit air, serta pemasangan bronjong di sisi kiri dan kanan sungai sebagai penguat tebing. Metode ini dinilai efektif untuk menahan erosi dan menjaga stabilitas tanah di kawasan terdampak banjir dan longsor.

Secara teknis, pemasangan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik arus serta kondisi tanah di masing-masing lokasi. Penataan alur sungai juga disesuaikan dengan kapasitas tampung untuk mengurangi potensi luapan saat curah hujan tinggi.

“Setiap lokasi memiliki tantangan berbeda, sehingga pendekatan teknis disesuaikan dengan kondisi lapangan,” katanya.

Di tengah pelaksanaan, sejumlah sorotan dari masyarakat dan media terkait kualitas pekerjaan turut mencuat. Menanggapi hal itu, pihak pelaksana menegaskan keterbukaan terhadap kritik.

“Kami terbuka terhadap masukan. Ini menjadi bagian dari evaluasi agar pekerjaan ke depan lebih baik,” ujarnya.

Sebagai perusahaan BUMN konstruksi, PT Nindya Karya tetap mengedepankan standar mutu, meskipun pekerjaan berada pada fase tanggap darurat. Pengawasan internal dan teknis terus dilakukan untuk memastikan fungsi perlindungan terhadap masyarakat tetap berjalan.

Dari sisi manfaat, penanganan ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir dan abrasi tebing sungai di kawasan permukiman. Namun demikian, masyarakat berharap ke depan pekerjaan ini dapat dilanjutkan ke tahap pembangunan permanen dengan dukungan anggaran yang memadai.

Dengan progres yang masih berlangsung, perhatian publik kini tertuju pada keberlanjutan penanganan, terutama bagaimana fase tanggap darurat ini akan bertransisi menuju pembangunan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

(Red)

×
Berita Terbaru Update