![]() |
| Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya |
Padang, MP----- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Wakapolda Sumbar) Brigjen Pol Solihin menemui langsung mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang menyampaikan aspirasi di depan Mapolda Sumbar, Rabu (4/3/2026) sore.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam bentuk dialog terbuka. Para mahasiswa menyampaikan berbagai pandangan dan tuntutan, termasuk mengenai dorongan reformasi di tubuh Polri. Aspirasi yang disampaikan diterima secara langsung oleh Wakapolda dalam suasana yang tertib dan kondusif.
Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian juga terlihat berjaga di sekitar lokasi guna memastikan penyampaian pendapat berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.
Momentum dialog tersebut mencerminkan praktik demokrasi yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, untuk menyampaikan pendapat secara terbuka di ruang publik.
Di Sumatera Barat sendiri, nilai demokrasi yang berkembang sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Minangkabau yang berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Falsafah tersebut menekankan pentingnya menyampaikan perbedaan pandangan dengan cara yang santun serta menjunjung tinggi etika dan rasa saling menghormati.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara.
“Kami menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun penyampaian aspirasi diharapkan tetap dilakukan secara tertib, santun, dan menghormati hak pihak lain agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Menurutnya, kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat juga menjadi pedoman penting dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan ketertiban sosial.
“Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun penyampaiannya perlu dilakukan secara dialogis dan beretika agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat,” tambah Susmelawati.
Melalui pendekatan komunikasi yang terbuka dan humanis tersebut, diharapkan ruang demokrasi di Sumatera Barat tetap berjalan sehat. Aspirasi masyarakat pun dapat tersampaikan dengan baik tanpa mengabaikan nilai persatuan dan keharmonisan sosial.
(Red)
