-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Air Mengalir, Harapan Tumbuh : Menyusuri Proyek Air Bersih di Pesisir Bungus Teluk Kabung

Rabu, 08 April 2026 | April 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-08T07:30:45Z

Padang, MP----- Di balik bentang alam pesisir dan perbukitan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, sebuah upaya besar tengah berjalan untuk menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat, air bersih. Melalui program pengembangan jaringan air tanah dan air baku, pemerintah menghadirkan harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses air layak.

Program yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V) Padang, ini menyasar delapan titik strategis, yakni Bungus Barat 1, Bungus Barat 2, Bungus Barat 3, Bungus Timur, Teluk Kabung 1, Teluk Kabung 2, Sungai Pisang, hingga Koto Lalang. Dengan nilai kontrak lebih dari Rp13,9 miliar, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) di bawah pengawasan konsultan independen.

Di lapangan, proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban atas persoalan panjang yang dihadapi masyarakat. Bagi sebagian warga, air bersih adalah sesuatu yang tidak selalu tersedia dengan mudah, terutama saat musim kemarau.

Yuliana (43), warga Bungus Barat, mengaku selama ini harus berjuang memenuhi kebutuhan air sehari - hari. “Kalau musim kemarau, air sangat sulit. Kadang harus ambil dari jauh atau beli. Jadi kami sangat berharap proyek ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Roni (38), nelayan di kawasan Sungai Pisang. Baginya, air bersih memiliki peran penting tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menunjang aktivitas ekonomi.

“Air itu penting sekali, terutama untuk membersihkan hasil tangkapan. Kalau akses air sudah bagus, tentu sangat membantu pekerjaan kami,” katanya.

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan aktivitas pekerjaan yang cukup intens. Mesin bor, pemasangan jaringan, hingga mobilisasi material menjadi pemandangan sehari - hari. Di sisi lain, kondisi geografis yang menantang di beberapa lokasi seperti Koto Lalang dan Teluk Kabung 2 menjadi ujian tersendiri dalam pelaksanaan proyek.

Meski demikian, harapan masyarakat tetap tinggi. Hendri (51), tokoh masyarakat Bungus Timur, menekankan pentingnya kualitas dan keberlanjutan hasil pekerjaan.

“Kami tidak hanya ingin ini selesai, tapi juga benar - benar berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Air bersih ini kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya.

Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sumber daya air, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Dengan memanfaatkan potensi air tanah dan pengembangan jaringan air baku, pemerintah berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Lebih dari sekadar proyek fisik, pembangunan ini mencerminkan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya. Setiap pipa yang terpasang dan setiap titik air yang dibangun membawa harapan baru, tentang kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

Di Bungus Teluk Kabung, air kini bukan hanya kebutuhan, tetapi simbol perubahan. Dan ketika aliran itu benar - benar sampai ke rumah - rumah warga, yang mengalir bukan hanya air bersih, melainkan juga harapan akan masa depan yang lebih baik.

(Red/Rj)

×
Berita Terbaru Update