-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Cekcok di Siang Bolong Berujung Nyawa Melayang di Gunung Sarik

Rabu, 29 April 2026 | April 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-29T00:13:38Z
Pelaku penganiayaan yang menewaskan korban di Gunung Sarik diamankan petugas dan dibawa ke Mapolresta Padang untuk proses hukum lebih lanjut.

Padang, MP----- Siang yang semula berjalan biasa di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, mendadak berubah mencekam, Selasa (28/04/2026). Sebuah perselisihan yang berangkat dari urusan pekerjaan berujung tragedi berdarah: satu nyawa melayang di tangan kerabat sendiri.

Korban, Hari Zanto, tewas setelah terlibat pertengkaran dengan pelaku berinisial A. Keduanya diketahui masih memiliki hubungan keluarga, sebuah fakta yang menambah lapisan getir dalam peristiwa ini.

Menurut Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, konflik bermula dari persoalan yang tampak sepele: jadwal jaga malam serta aktivitas keluar-masuk barang di sebuah proyek di wilayah tersebut. Namun, percikan kecil itu berkembang menjadi ledakan emosi yang tak terkendali.

“Peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di Jalan Gurun Panjang,” ujar Ryan.

Pelaku disebut mendatangi rumah korban. Percakapan awal di teras rumah yang semestinya menjadi ruang dialog justru berubah menjadi arena ketegangan. Adu mulut tak terhindarkan, dipicu oleh ucapan pelaku yang kemudian dibalas korban.

Situasi memanas dalam hitungan detik. Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku mengeluarkan pisau dari pinggangnya. Korban sempat berusaha meredam konflik sekaligus menghindar. Ia berlari, namun nasib berkata lain, langkahnya terhenti setelah tersandung kursi dan terjatuh.

Di momen itulah serangan fatal terjadi. “Pelaku menusukkan pisau ke bagian perut korban saat korban terjatuh,” terang Ryan.

Meski sempat bangkit dan berusaha menyelamatkan diri, korban kembali roboh sekitar 10 meter dari lokasi awal. Luka yang dideritanya terlalu parah untuk diselamatkan.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh seorang saksi, Nur Erni Yusnita (48). Namun upaya itu tak mampu menyelamatkan nyawanya. Sekitar pukul 13.30 WIB, pihak medis menyatakan korban meninggal dunia.

Selepas kejadian, pelaku sempat melarikan diri. Aparat kepolisian memilih pendekatan persuasif dengan melibatkan pihak keluarga. Strategi ini membuahkan hasil: pada malam hari, pelaku akhirnya diserahkan oleh keluarga kepada polisi.

Ia kemudian diamankan di Posko Tim 1 Klewang Satreskrim Polresta Padang. Dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku tidak pernah membayangkan pertikaian tersebut akan berujung kematian. Tekanan moral dari keluarga turut mendorongnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus ini kini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/26/IV/2026/SPKT/Polsek Kuranji/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat dengan dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan kematian.

Penanganan perkara telah dilimpahkan ke Polsek Kuranji. Hingga kini, penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara utuh, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang memperkeruh konflik.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit: persoalan yang tampak sederhana, jika dibiarkan tanpa kendali emosi, dapat menjelma menjadi bencana yang tak terpulihkan.

(Red)

×
Berita Terbaru Update