-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

“Manuver Besar Penjaga Kedaulatan”

Minggu, 26 April 2026 | April 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-26T02:51:19Z
Panglima TNI Agus Subiyanto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung latihan gabungan di perairan Karimunjawa.

Jawa Tengah, MP----- Perairan Karimunjawa menjadi panggung demonstrasi kekuatan militer Indonesia. Kamis, 23 April 2026, Panglima TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) dan Penembakan Senjata Khusus TNI 2026—sebuah latihan tempur terpadu yang menampilkan koordinasi lintas matra dalam skala besar.

Turut hadir jajaran pimpinan tertinggi TNI dan legislatif, mulai dari Wakil Panglima TNI Tandyo Budi R, KSAD Maruli Simanjuntak, KSAL Muhammad Ali, KSAU Mohamad Tonny Harjono hingga Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya latihan ini dalam konteks kesiapan pertahanan nasional.

Simulasi tempur menjadi puncak perhatian. Eks-KRI Teluk Hading yang dijadikan target dihancurkan melalui serangan terintegrasi laut dan udara. Sekitar 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dikerahkan, didukung pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI Angkatan Udara.

Operasi penghancuran dibagi dalam dua fase krusial. Tahap pertama diawali dengan peluncuran rudal Exocet MM40 Block 3 dari unsur KRI, memperlihatkan daya jangkau dan presisi sistem persenjataan laut. Tahap kedua berlanjut dengan Operasi Udara Lawan Laut (OULL), di mana tiga unit F-16 menjatuhkan bom MK-12 secara presisi, menghantam sasaran dengan akurasi tinggi.

Tak hanya itu, TNI Angkatan Laut juga menggelar duel artileri melalui unsur Striking Force. Dengan sistem penembakan modern, sasaran darat di Pulau Gundul berhasil dilumpuhkan—menegaskan kemampuan integrasi tembakan laut dalam operasi gabungan.

Latihan ini bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan pengujian kesiapan nyata. Dalam lanskap geopolitik maritim yang kian dinamis, kemampuan koordinasi lintas matra menjadi kunci. Latopslagab 2026 menegaskan komitmen TNI untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia, sekaligus memastikan setiap unsur tempur siap menghadapi spektrum ancaman modern.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update