Solok, MP----- Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan transparan, transformasi di sektor kesehatan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Hal inilah yang tampak nyata di RSUD M Natsir Solok, sebuah rumah sakit daerah yang terus berbenah menghadirkan layanan kesehatan yang modern, humanis, dan berbasis digital.
![]() |
| Momen kebersamaan Komisi V DPRD Sumbar bersama jajaran manajemen RSUD M Natsir Solok usai kunjungan kerja dalam rangka penguatan pelayanan kesehatan yang modern dan humanis. |
Komitmen itu mendapat perhatian serius dari legislatif. Pada Kamis, 9 April 2026, Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja untuk melihat langsung perkembangan layanan di rumah sakit tersebut. Rombongan dipimpin oleh H. Lazuardi Erman bersama jajaran anggota, dan disambut hangat oleh manajemen rumah sakit.
Bagi Ketua Komisi V, pelayanan kesehatan hari ini tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas fisik. Lebih dari itu, sistem pelayanan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan kecepatan, kepastian, dan kemudahan.
“Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan adalah keniscayaan. Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat tidak lagi dihadapkan pada proses yang berbelit. Semua harus lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ungkap H. Lazuardi Erman.
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Di RSUD M Natsir Solok, pembenahan sistem pelayanan terus dilakukan secara bertahap dan terukur. Mulai dari pendaftaran pasien berbasis digital, pengelolaan rekam medis elektronik, hingga integrasi sistem rujukan yang mempermudah koordinasi antar fasilitas kesehatan.
Wakil Direktur Pelayanan, dr. Soufni Morawati, menjelaskan bahwa transformasi ini berangkat dari satu tujuan utama, menghadirkan kenyamanan dan kepastian bagi pasien.
“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan yang lebih cepat dan efisien. Dengan sistem digital, waktu tunggu bisa ditekan, proses administrasi menjadi lebih sederhana, dan tenaga medis dapat lebih fokus pada penanganan pasien,” jelasnya.
Namun, teknologi bukan satu - satunya kunci. Di balik sistem yang terus berkembang, terdapat upaya serius dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Wakil Direktur Umum dan SDM, Dr. Aprizal Malik, menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
“Pelayanan yang baik lahir dari kombinasi antara sistem yang kuat dan SDM yang unggul. Kami terus melakukan pelatihan agar seluruh tenaga kesehatan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan sisi humanis dalam pelayanan,” ujarnya.
Pendekatan humanis inilah yang menjadi ruh pelayanan di RSUD M Natsir Solok. Di tengah modernisasi sistem, nilai - nilai empati, keramahan, dan kepedulian tetap menjadi prioritas utama. Sebab pada akhirnya, pelayanan kesehatan bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana menghadirkan rasa aman dan kepercayaan bagi setiap pasien.
Kunjungan Komisi V DPRD Sumbar menjadi cermin bahwa langkah pembenahan yang dilakukan RSUD M Natsir Solok berada di jalur yang tepat. Sinergi antara penguatan sistem digital, peningkatan kapasitas SDM, serta komitmen pelayanan prima menjadikan rumah sakit ini terus bergerak menuju standar pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Di era di mana kecepatan dan ketepatan menjadi kebutuhan, RSUD M Natsir Solok menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan daerah pun mampu bertransformasi, menggabungkan teknologi dan sentuhan kemanusiaan dalam satu kesatuan layanan yang utuh.
(Red)

