![]() |
| Momen kebersamaan jajaran Polsek dan Bhayangkari bersama keluarga yang dikunjungi. |
Pasbar, MP----- Kepedulian nyata ditunjukkan jajaran Polsek Sungai Beremas, Polres Pasaman Barat, saat menyambangi sebuah keluarga yang tengah berjuang menghadapi sakit menahun di Jorong Kampung Padang Selatan, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Minggu (5/4/2026).
Di rumah sederhana itu, Antoni (56) dan istrinya, Sri Erdayanti (53), menjalani hari - hari dengan keterbatasan fisik. Antoni telah setahun terakhir mengalami lumpuh, sementara sang istri berjuang melawan stroke sejak sekitar satu setengah tahun lalu. Di tengah kondisi tersebut, keduanya tetap menjadi tumpuan bagi empat anak mereka yang masih berstatus pelajar.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kapolsek Sungai Beremas AKP Elvis Susilo mengatakan, kunjungan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mendapat informasi dari media sosial mengenai kondisi pasangan ini. Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, kami hadir untuk memastikan mereka tidak merasa sendiri,” ujar AKP Elvis Susilo.
Kehadiran aparat kepolisian bukan sekadar silaturahmi. Melalui program Polri untuk Masyarakat dan Bhayangkari Peduli, rombongan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, serta bahan pangan lainnya. Selain itu, bantuan tali asih juga diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan harian keluarga tersebut.
AKP Elvis menegaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sisi kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga, sekaligus menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri,” tambahnya.
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh AKP Elvis Susilo, didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Sungai Beremas Ny. Fitri Elvis, bersama personel Bripka Fajar, Bhabinkamtibmas Nagari Air Bangis Bripka Aprima Heldi, serta pengurus Bhayangkari lainnya.
Di balik keterbatasan, kunjungan itu menjadi secercah harapan, bahwa empati dan gotong royong masih tumbuh di tengah masyarakat.
(Psb/red)
