-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Sinergi di Bali Diperkuat, Lindungi Anak dari Ancaman Ekstremisme di Sekolah

Selasa, 28 April 2026 | April 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T01:22:26Z
Kapolda Bali Daniel Adityajaya saat memberikan pemaparan terkait pentingnya sinergi pencegahan.

Bali, MP----- Upaya melindungi generasi muda dari paparan paham ekstremisme terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam talkshow yang digelar di Mapolda Bali, Jumat (24/4), dengan melibatkan Polda Bali, Densus 88 Antiteror Polri, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan dan perlindungan anak.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa pencegahan ekstremisme tidak bisa dilakukan secara terpisah. Dibutuhkan kerja sama yang solid antara keluarga, sekolah, aparat, dan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, khususnya di tengah masifnya pengaruh ruang digital.

Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, menekankan pentingnya pendekatan kolektif dalam menghadapi ancaman tersebut.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara aparat, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, penguatan literasi digital dan pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam membentengi anak-anak dari pengaruh ideologi ekstrem. Para peserta juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap potensi radikalisasi yang kini kian menyasar generasi muda melalui platform digital.

Pendekatan berbasis perlindungan anak dinilai menjadi strategi efektif dalam merespons tantangan ini. Dengan melibatkan berbagai elemen, diharapkan upaya pencegahan dapat berjalan lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional terus digaungkan melalui semangat #PeliharaKeamananIndonesia dan konsistensi dalam memberantas berbagai bentuk kriminalitas, termasuk ancaman ekstremisme.

×
Berita Terbaru Update