-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Sorotan Publik Menguat, Aktivis Desak Investigasi Selisih Klaim dan Fakta Proyek PT Nindya Karya di Sumbar

Rabu, 01 April 2026 | April 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-01T05:09:53Z
Beronjong di lokasi proyek tampak diisi batu berukuran kecil, tidak terikat kuat, rusak, dan nyaris ambrol ke aliran sungai.

Padang, MP----- Polemik dugaan perbedaan antara pernyataan resmi PT Nindya Karya dan temuan di lapangan kian mengemuka. Aktivis pecinta lingkungan dan pegiat media sosial Indonesia, Nof Hendra, mendesak pemerintah serta pihak pengawas segera melakukan investigasi terbuka, menyusul indikasi kejanggalan dalam pengerjaan proyek yang menjadi perhatian publik tersebut.

Juniar Gulo yang mengaku Humas PT Nindya Karya memberikan keterangan kepada media, namun belum menjawab kondisi faktual di lapangan, hanya menunjukkan foto beronjong dan alat berat di lokasi pekerjaan.

Sorotan terhadap proyek ini semakin menguat setelah upaya konfirmasi media kepada pihak perusahaan belum membuahkan penjelasan memadai. Saat dikonfirmasi pada Senin malam (30/3), Juniar Gulo yang mengaku sebagai Humas PT Nindya Karya tidak dapat memberikan jawaban jelas terkait kondisi beronjong yang dilaporkan rusak dan nyaris ambrol di lokasi proyek.

Lebih jauh, ketika ditanya mengenai dugaan beronjong dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis serta indikasi permainan volume pekerjaan, Juniar Gulo juga tidak mampu memberikan penjelasan rinci. Ia tidak menguraikan aspek teknis maupun membantah secara substansial dugaan yang berkembang di tengah publik.

Juniar Gulo hanya menyampaikan bahwa pekerjaan yang tengah berlangsung saat ini merupakan bagian dari lanjutan penanganan tanggap darurat dan belum masuk dalam skema rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).

“Ini belum pekerjaan rehab rekon, ini masih kegiatan lanjutan tanggap darurat, dan belum ada anggaran,” sebutnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, ia juga hanya memperlihatkan foto visual beronjong yang telah terpasang di sisi sungai tanpa disertai penjelasan teknis maupun verifikasi kondisi aktual di lapangan. Hal tersebut dinilai belum menjawab substansi persoalan yang dipertanyakan publik.

Kondisi ini semakin memperkuat desakan akan perlunya investigasi terbuka dan transparan, sebagaimana disampaikan Nof Hendra. Ia menilai, ketidaksesuaian antara klaim resmi perusahaan dengan kondisi riil di lapangan tidak boleh dibiarkan berlarut.

“Kami meminta pemerintah untuk melakukan investigasi yang transparan dan akuntabel terhadap proyek ini,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Nof Hendra juga menyoroti perlunya klarifikasi lebih rinci dari pihak pengawas terkait perbedaan informasi yang beredar. Menurutnya, publik berhak mendapatkan penjelasan yang utuh dan berbasis fakta, bukan sekadar pernyataan normatif.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan pemeriksaan. Proses pengawasan, kata dia, harus dilakukan secara rutin, terarah, dan terukur guna memastikan kualitas pekerjaan proyek benar - benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Selain itu, aspek akuntabilitas dinilai menjadi kunci utama. Nof Hendra meminta pihak - pihak yang bertanggung jawab atas dugaan kejanggalan tersebut tidak menghindar, melainkan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen, termasuk aktivis lingkungan dan insan pers, untuk turut mengawal perkembangan kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan.

“Kita tidak akan tinggal diam melihat kejanggalan dalam proyek ini. Kami akan terus memantau dan menyuarakan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong kolaborasi antara masyarakat sipil dan media massa dalam mengawasi jalannya proses klarifikasi serta penegakan tanggung jawab.

“Mohon bantuan rekan - rekan aktivis dan awak media untuk terus memantau serta mengingatkan pihak - pihak terkait agar segera memberikan klarifikasi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan dari pihak PT Nindya Karya terkait detail perbedaan yang disorot aktivis tersebut, sementara desakan investigasi transparan terus menguat di tengah masyarakat.

(Red)

×
Berita Terbaru Update