-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Tanggap Darurat Sungai di Padang Dikebut, Warga Apresiasi Upaya Cegah Kerusakan Meluas

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-19T02:25:56Z
Geobag disusun sebagai penguat sementara tebing sungai yang terdampak bencana.

Padang, MP----- Penanganan darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 terus dikebut. Di sejumlah titik sungai di Kota Padang, upaya perbaikan alur dan penguatan tebing kini memasuki tahap signifikan, dengan progres pekerjaan telah melampaui 70 persen.

Bronjong terpasang memperkuat tebing sungai guna menahan erosi dan mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut.

Pekerjaan tanggap darurat ini dipercayakan pemerintah kepada PT Nindya Karya. Fokus utama di lapangan adalah pemasangan bronjong dan geobag sebagai langkah cepat untuk menahan laju kerusakan sekaligus melindungi kawasan permukiman di sekitar aliran sungai.

Aktivitas alat berat mempercepat penanganan darurat di salah satu titik sungai di Kota Padang.

Project Manager PT Nindya Karya, Mashudi Agung, menegaskan bahwa pekerjaan ini dibawah belum ada anggaran, walupun demikian pekerjaan ini merupakan bagian dari program tanggap darurat pemerintah untuk merespons dampak bencana secara cepat dan terukur.

“Pekerjaan ini merupakan penanganan tanggap darurat yang memang belum dianggarkan pemerintah, fokusnya memperbaiki alur dan memperkuat tebing sungai yang terdampak. Tujuannya agar kerusakan tidak meluas dan tidak sampai mengancam lingkungan serta masyarakat di sekitar sungai,” ujar Mashudi kepada jurnalis MP.

Ia menambahkan, metode pemasangan bronjong dan geobag dipilih karena relatif cepat dan efektif dalam kondisi darurat. Struktur ini mampu menahan gerusan air sekaligus menstabilkan tebing yang rawan longsor.

Menurut Mashudi, pekerjaan yang dilakukan saat ini bersifat sementara, namun memiliki peran penting sebagai langkah awal mitigasi sebelum penanganan permanen dilakukan.

“Yang kita kerjakan ini sifatnya sementara, tapi sangat penting untuk mengantisipasi dampak lanjutan, terutama saat hujan turun dan debit air kembali meningkat,” jelasnya.

Namun di lapangan, tantangan tidak sedikit. Curah hujan yang masih tinggi sempat menyebabkan debit air meningkat dan memengaruhi sebagian struktur yang telah terpasang.

“Memang ada beberapa bronjong yang mengalami kerusakan karena hujan yang terus terjadi dan debit air meningkat. Tapi itu sudah kami tangani dan perbaiki kembali. Karena sejak awal kami menyadari, ini adalah penanganan sementara yang harus adaptif terhadap kondisi alam,” katanya.

Di tengah pengerjaan yang masih berlangsung, warga di sekitar aliran sungai mulai merasakan dampak positif dari penanganan tersebut. Sejumlah warga menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar penanganan berlanjut hingga permanen.

Rina (42), warga setempat, mengaku kini merasa lebih tenang dibandingkan saat kondisi sungai masih rusak parah pascabencana.

“Dulu kami khawatir kalau hujan turun deras, air cepat naik dan tebing makin terkikis. Sekarang sudah mulai ada perbaikan, kami jadi sedikit lega. Terima kasih kepada pihak yang sudah bekerja,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Andi (37), yang berharap pemerintah tidak berhenti pada penanganan sementara.

“Kami sangat mengapresiasi pekerjaan ini karena dampaknya langsung terasa. Tapi kami juga berharap ke depan ada pembangunan permanen, supaya kami tidak terus dihantui rasa cemas setiap musim hujan,” katanya.

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat setempat, Syafrizal (55), menilai langkah cepat yang dilakukan menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam situasi darurat.

“Ini langkah yang tepat dan cepat. Kami melihat sendiri pekerja di lapangan bekerja siang malam. Harapannya, penanganan ini bisa terus berlanjut sampai benar-benar tuntas dan aman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Di sejumlah lokasi, aktivitas pekerja terlihat intensif. Alat berat dan tenaga lapangan bekerja berpacu dengan waktu, terutama di titik-titik yang sebelumnya mengalami abrasi parah.

Upaya ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah bersama pihak pelaksana dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat. Meski bersifat sementara, langkah tersebut diharapkan mampu menjadi benteng awal menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. 

(Red/Rj)

×
Berita Terbaru Update