![]() |
| Pengacara muda Minang Andhika Yudha Perwira menyatakan dukungan penuh terhadap MUBES FDSB 2026. |
Depok, MP----- Gelombang dukungan terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) Forum Dinamika Sumatera Barat (FDSB) 2026 terus mengalir dari kalangan perantau Minang di berbagai daerah. Salah satu dukungan datang dari tokoh pengacara muda Minang di Kota Depok, Jawa Barat, Andhika Yudha Perwira, S.H., yang menilai forum tersebut penting sebagai wadah konsolidasi dan penguatan peran masyarakat Sumatera Barat, baik di ranah maupun rantau.
Rencana penyelenggaraan MUBES FDSB di Kota Padang pada 12 September 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk menyatukan gagasan, potensi, serta kontribusi urang awak dari berbagai profesi dan latar belakang sosial.
“Kita membutuhkan ruang bersama yang mampu menghimpun energi positif masyarakat Minang. FDSB harus menjadi forum pemersatu dan tempat lahirnya gagasan besar untuk kemajuan Sumatera Barat,” ujar Andhika melalui keterangannya di Depok, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, keberadaan organisasi yang kuat dan terstruktur hingga tingkat akar rumput akan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Ia mendorong agar pembentukan kepengurusan FDSB tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menjangkau hingga level nagari sebagai basis sosial masyarakat Minangkabau.
Andhika juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda profesional dalam kepanitiaan maupun arah gerak organisasi. Ia berharap proses persiapan MUBES yang akan dimulai melalui pembentukan panitia pelaksana pada 6 Juni 2026 di Padang dapat menghadirkan figur-figur kompeten dari berbagai sektor.
Menurut dia, MUBES FDSB harus dirancang secara inklusif dengan melibatkan unsur akademisi, pengusaha, pedagang, praktisi hukum, tokoh adat, alim ulama, insan pers, organisasi masyarakat, kalangan perempuan, pemuda, mahasiswa, hingga unsur TNI/Polri dan profesi lainnya.
“Semakin banyak elemen masyarakat yang dilibatkan, maka forum ini akan semakin kuat dan representatif,” katanya.
Sementara itu, Pendiri Utama Forum Dinamika Sumatera Barat, Nof Hendra, menyambut baik dukungan dari kalangan perantau Minang, khususnya para profesional muda yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan daerah asal.
Ia menilai keterlibatan masyarakat rantau menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun jejaring dan memperkuat eksistensi organisasi ke depan.
“Dukungan dari para perantau memberi semangat besar bagi persiapan MUBES. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Sumbar tetap hidup di mana pun urang awak berada,” ujar Nof Hendra.
Menurutnya, MUBES FDSB 2026 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang bersama untuk merumuskan kontribusi nyata masyarakat Minang terhadap berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah di masa mendatang.
Ia berharap semangat kolaborasi yang mulai tumbuh menjelang MUBES dapat mempererat hubungan antara ranah dan rantau, sekaligus melahirkan gagasan-gagasan strategis demi kemajuan Sumatera Barat secara berkelanjutan.
(Red)
