-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kesehatan Jadi Fondasi Pembangunan, Padang Panjang Perkuat Strategi Pencegahan Penyakit

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-25T01:24:00Z
Hendri Arnis menegaskan kesehatan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.


Bukittinggi, MP----- Pemerintah Kota Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan program pencegahan dan pengendalian penyakit yang dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.


Komitmen itu disampaikan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026 di The Valmont Hotel, Bukittinggi, Senin (22/6/2026).


Menurut Hendri, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh tingginya pertumbuhan ekonomi maupun pesatnya pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, kualitas pembangunan juga diukur dari kemampuan pemerintah menjaga kesehatan masyarakat serta melindungi mereka dari berbagai ancaman penyakit.


“Kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, menjaga masyarakat tetap sehat menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.


Rakontek P2P 2026 diikuti para kepala puskesmas, penanggung jawab program P2P, tenaga kesehatan, petugas surveilans, sanitarian, serta tenaga laboratorium. Forum tersebut menjadi wadah evaluasi program sekaligus penyusunan strategi untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat.


Hendri menekankan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak dapat dibebankan kepada sektor kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, hingga partisipasi aktif masyarakat.


Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat pendekatan promotif dan preventif sebagaimana semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Langkah tersebut dinilai menjadi strategi paling efektif dalam menekan risiko penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


“Rakontek ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta melahirkan solusi yang inovatif, terukur, dan berdampak nyata terhadap peningkatan pelayanan kesehatan,” katanya.


Lebih lanjut, Hendri berharap seluruh peserta dapat menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing dengan membawa semangat inovasi, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan demi terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, dr. Sonya Themiarto, mengatakan Rakontek P2P 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antartenaga kesehatan dalam mendukung pencapaian target program pencegahan dan pengendalian penyakit.


Menurutnya, forum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.


“Hasil Rakontek ini diharapkan menjadi pedoman dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.


Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Padang Panjang optimistis berbagai tantangan kesehatan masyarakat dapat dihadapi secara lebih efektif, sehingga pembangunan daerah yang berkelanjutan dapat terwujud melalui masyarakat yang sehat dan produktif.

(PJ/MP)

×
Berita Terbaru Update