Garut, MP----- Sebanyak 424 prajurit resmi menyandang Baret Jingga setelah menuntaskan Pendidikan Kursus Komando Angkatan ke-49 Tahun Anggaran 2026. Momentum bersejarah tersebut ditandai melalui upacara penutupan yang berlangsung di Pantai Santolo, Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026), dan dihadiri langsung Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) Marsekal Madya TNI Deny Muis.
![]() |
| Sebanyak 424 prajurit resmi menyandang Baret Jingga sebagai simbol kehormatan dan identitas prajurit Komando Korpasgat TNI AU usai menuntaskan pendidikan. |
Didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan Korpasgat, Dewi Deny Muis, Panglima Korpasgat memberikan penghormatan sekaligus apresiasi kepada para prajurit yang berhasil melewati seluruh tahapan pendidikan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kesiapan mereka untuk mengemban tugas sebagai prajurit Komando Korpasgat TNI Angkatan Udara yang profesional, tangguh, disiplin, dan berkarakter.
Sebelum upacara penutupan digelar, Panglima Korpasgat memimpin langsung prosesi tradisi pembaretan. Dalam tradisi yang sarat makna tersebut, Baret Jingga disematkan sebagai simbol kehormatan, kebanggaan, sekaligus identitas prajurit Komando Korpasgat yang siap mengemban berbagai penugasan strategis demi kepentingan bangsa dan negara.
Upacara penutupan dipimpin Wakil Komandan Kodiklatau Marsda TNI Benny Arfan selaku Inspektur Upacara. Dalam amanat Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Dr. T.B.H. Age Wiraksono yang dibacakannya, ditegaskan bahwa Pendidikan Kursus Komando merupakan program pembinaan kemampuan khusus yang dirancang untuk melahirkan prajurit dengan kompetensi tinggi, bermental tangguh, militan, serta memiliki jiwa kesatria dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Menurut amanat tersebut, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal pengabdian yang sesungguhnya. Setiap prajurit dituntut menjaga profesionalisme, loyalitas, integritas, dan kesiapan operasional dalam setiap penugasan, sekaligus menjunjung tinggi kehormatan Korps Pasukan Gerak Cepat.
Usai upacara, Panglima Korpasgat bersama Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan Korpasgat menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada seluruh lulusan. Keduanya juga menyempatkan diri berinteraksi dengan keluarga prajurit sebagai bentuk penghargaan atas dukungan yang telah diberikan selama proses pendidikan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Korpasgat menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai sumber semangat dan kekuatan moral bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan turut dihadiri Marsda TNI (Purn.) Yudi Bustami, Kas Korpasgat, Kapoksahli Korpasgat, Danpusdik Kodiklatau, Danlanud Sulaiman, Danlanud Wiriadinata, Dandepohar 70, para pejabat Kodiklatau dan Korpasgat, pejabat Lanud Husein Sastranegara, pejabat Wingdik 800/Pasgat, pejabat Wingdik 200/Lek, Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 08-2 Wingdik 800/Pasgat Gabungan Kodiklatau, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut. Kehadiran para pejabat dan keluarga prajurit menambah khidmat prosesi penutupan sekaligus menjadi simbol dukungan terhadap lahirnya generasi baru prajurit Komando Korpasgat yang siap mengemban amanah negara.
(puspen/red)

