-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

HUT ke-63 Wara, Korpasgat Tegaskan Peran Prajurit Perempuan Hadapi Era Perang Modern

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T02:06:52Z
Keluarga besar Wara mengikuti syukuran HUT ke-63 dengan penuh khidmat di GSG Nurtanio, Depohar 10, Bandung.


Bandung, MP----- Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) di Gedung Serba Guna (GSG) Nurtanio, Depohar 10, Bandung, Rabu (12/8/2026), menjadi momentum untuk memperkuat komitmen prajurit perempuan TNI Angkatan Udara dalam menghadapi perubahan karakter ancaman dan perkembangan teknologi militer.

Syukuran HUT ke-63 Wara menjadi momentum memperkuat profesionalisme dan kesiapan menghadapi era perang modern.


Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) Marsekal Madya TNI Deny Muis, S.E., M.M., hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan Korpasgat Ny. Dewi Deny Muis. Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Kanya Bhakti Sakti Sejati, Wara Siap Bertransformasi Menjadi Prajurit yang AMPUH Guna Menyongsong Era Perang Modern.”


Tema tersebut menegaskan pentingnya transformasi Wara agar mampu menjawab tuntutan tugas militer yang semakin dinamis. Profesionalisme, kemampuan beradaptasi, penguasaan teknologi, serta kesiapan menghadapi perkembangan bentuk peperangan menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian Wara ke depan.


Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI MD Irman Fathurahman, S.E., M.M., selaku Pembina Wara Wilayah Bandung, menekankan bahwa peringatan HUT Wara tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali perjalanan pengabdian sekaligus mengevaluasi kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan tugas.


Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan karakter ancaman menuntut setiap prajurit untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Wara diharapkan tetap mampu menjalankan tugas secara profesional, adaptif dan berpikiran maju, dengan tetap memegang teguh jati diri sebagai prajurit TNI Angkatan Udara.


Suasana syukuran semakin khidmat ketika Panglima Korpasgat Marsekal Madya TNI Deny Muis bersama Ny. Dewi Deny Muis menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan prajurit Wara.


Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan 63 tahun pengabdian Wara sekaligus bentuk penghargaan terhadap dedikasi prajurit perempuan yang turut berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara.


Keberadaan Wara selama lebih dari enam dekade menunjukkan bahwa prajurit perempuan memiliki ruang strategis dalam organisasi pertahanan udara. Tantangan ke depan tidak hanya menuntut kemampuan fisik dan disiplin militer, tetapi juga kecakapan menghadapi teknologi, kemampuan berpikir strategis serta kesiapan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan operasi.


Syukuran HUT ke-63 Wara turut dihadiri Dankoharmatau Marsda TNI Rudolf P. Buulolo, S.E., M.M., Komandan Seskoau Marsda TNI Dr. Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., Kadislitbangau Marsekal Pertama TNI Rachmadi Anggoro, S.E., M.Sc., M.S.S., Komandan Depohar 10, Pater Wara Wilayah Bandung Kolonel Kes Ratna Wijayanti, S.Si., Apt., para pejabat TNI AU, sesepuh Wara, para perwira dan bintara, serta keluarga besar Wanita TNI Angkatan Udara.


Peringatan HUT ke-63 ini pada akhirnya bukan sekadar menandai bertambahnya usia organisasi Wara, tetapi juga menjadi penegasan bahwa pengabdian prajurit perempuan TNI AU harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Dengan profesionalisme dan kemampuan bertransformasi, Wara diproyeksikan tetap menjadi bagian penting dari kekuatan TNI AU dalam menghadapi tantangan pertahanan di era perang modern.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update